[Egrowth] REVOLUSI Posyandu tdk sekedar revitalisasi

Jaringan Gizi Indonesia - Indonesian Nutrition Network info at gizi.net
Thu Jun 16 11:24:27 WIT 2005


> Buat teman-teman di Dit. Gizi,
>
> Maaf sekali lagi saya ingin menyampaikan uneg-uneg soal busung lapar :
>
> 1. Menurut saya, promosi dan pemantauan pertumbuhan balita (P3B)di
> posyandu harus di"revolusi" (tidak hanya revitalisasi posyandu). Sehingga
> kalau program ini hidup, mestinya kasus-kasus itu tidak harus terjadi.
> Caranya : kita harus ubah image posyandu dari suatu tempat pelayanan
> kesehatan "orang miskin" yang kumuh, dengan peralatan yang "primitif" dan
> dilakukan oleh orang-orang "pinggiran" (kader biasanya diangkat dari
> wanita "pengangguran" di dusun itu, dan Tim Posyandu puskesmas yang turun
> juga rata-rata staf yang "nganggur" di Puskesmas). Saya membayangkan
> posyandu yang canggih, bak klinik di suatu pegunungan, dengan dacin
> digital dan dilayani petugas yang berdasi. Mimpi kali yee... Tapi negara
> kita yang katanya mampu bikin pesawat, koq tidak mampu bikin dacin yang
> rodo' canggihan dikit. Apa mesti barang yang se-sepele itu diimpor,
> seperti tusuk gigi saja. Orang-orang gizi mesti berpikir sampai ke situ.
>
> 2.  Merebaknya kasus busung lapar di NTB akhir-akhir menurut hemat saya
> tidak luar biasa amat. Tahun 2002 kita pernah adakan pelacakan kasus gizi
> buruk, ketemu 2300 lebih kasus dari 5 Kabupaten (sebagian besar marasmus).
> Itu ketemu, karena kita bayar, per kasus Rp. 4000, dilengkapi dengan
> formulir data-data kasus. Sebagian ada yang melampirkan fotonya. Jadi
> kalau sekarang ketemu 900-an, menurut saya belum seberapa. Tapi ada
> syukurnya juga, kalau kasus-kasus ini diributkan. Setidaknya upaya kita
> yang dulu mengentaskan 2000-an kasus itu, sekarang baru di dengar orang.
> Dan maaf, bukannya saya mau membela siapa-siapa, munculnya kasus ini ke
> permukaan koq baru sekarang. Saya jadi curiga, jangan-jangan...ah..Karena
> saya mendengar akan ada susu-nisasi (Posko susu kalo gak salah). Ada susu
> di balik busung lapar..? Wallahu'alam..
>
> 3. Sebetulnya kalo depkes tidak mau disalahkan soal gizi buruk ini, kita
> ubah saja namanya : orang yang kurus kering perut buncit itu menjadi
> "pangan buruk" (sehingga menjadi urusan pertanian) atau "kesejahteraan
> buruk" (sehingga menjadi urusan BKKBN). Karena namanya "Gizi" buruk, maka
> sangat logis yang disalahkan adalah instansi yang ada label "gizi"nya.
> Atau Direktorat Gizi ganti nama saja, yang gak ada unsur gizinya.
>
> Sekian uneg-uneg untuk hari ini, semoga bisa menghibur.
>
> Khaerul A.
>
>
> ---------------------------------
> Discover Yahoo!
>  Stay in touch with email, IM, photo sharing & more. Check it out!


-- 
Jaringan Gizi Indonesia - Indonesian Nutrition Network
http://www.gizi.net/
email: info at gizi.net



More information about the Egrowth mailing list