[Egrowth] Anemia vs pil besi

ita atmarita atmarita at hotmail.com
Mon May 31 07:14:24 EDT 2004


Dear All,
tadi pagi saya kirim komentar ini ke jaringan at litbangkes.go.id dan juga 
egrowth at gizi.net, tapi rupanya bouncing berhubung email gizi net saya tidak 
masuk dalam mailing list. Terpaksa saya kirim ulang lewat alamt e-mail saya 
yang lain, sorry kalau keterima dua kali,

thanks,
Atmarita

----------------------------------------------


Subject: Anemia vs pil besi


Asyik juga ini diskusinya. Saya mau nimbrung, kebetulan ada di meja saya 
dalam bentuk print out, biasalah dalam birokratisasi diskusi dalam bentuk 
e-mail di print kemudian ditambah kertas disposisi, dengan tulisan ...”Mohon 
responsenya”....mudah-mudahan ini belum terlambat, maklum lah banyak 
disposisi lain yang tidak kalah pentingnya. Kalau saya terima dalam bentuk 
e-mail ke e-mail saya ini, biasanya langsung saya ”rensponse” kan di 
komputer tinggal klik ”reply” atau ”delete”.....

OK, saya mulai,

Sebagai pengamat program gizi, saya melihat banyak yang tidak beres, dan 
harus segera diselesaikan. Kelihatannya mudah, ternyata tidak, karena banyak 
para pelaksana program gizi yang merencanakan program ini asal saja, tidak 
melihat kiri kanan, tapi semua berdasarkan ”pokoknya” rencana selesai, 
hasilnya ??? ya....”pokoknya” nanti dilihat lagi.
Sekarang, pertanyaannya kenapa terjadi demikian? Ternyata rencana program 
yang diawali dengan ”pokoknya” ini juga dari lingkungan sekitar para 
perencana program gizi. Jadi yang salah siapa? Kita semua kali ya....yang 
terbiasa merencanakan program tanpa dasar dan tidak pernah berupaya melihat 
sekitarnya.....padahal sekarang kan sudah banyak pesawat – tapi sayangnya 
para perencana program kita ini hanya sering pergi menggunakan pesawat, tapi 
tidak pernah melihat permasalahan tersebut dari pesawat, akhirnya ya tadi 
itu ....”pokoknya” kita harus ke daerah dan rapat disana membahas 
permasalahan yang ada.....

OK, kembali ke penanggulangan anemia untuk ibu hamil, secara nasional kita 
kan tidak pernah melakukan penanggulangan anemia untuk semua. ”Pokoknya” 
distribusi pil besi pada ibu hamil cukuplah, yang penting si ibu selamat 
dulu melahirkan, begitu bayinya lahir ...lha koq anemia bayinya ? dan tidak 
tanggung-tanggung – kata SKRT 60% bayi <6 bulan 
anemia....wow.....lho....ASInya gimana ya ? hanya sanggup 13% eksklusif 
sampai 6 bulan, yang lain ...ibunya harus kerja keras.....cari duit untuk 
kasih makan anggota rumah tangga lainnya...soalnya bapaknya ya...kerja sich, 
tapi hanya jadi satpam, maklumlah hanya tamat SD......,malam pulang capek, 
yang dikerjain istrinya lagi....eh ..hamil lagi, lho koq? Ya abis mau beli 
pil KB nggak punya duit....., si Bapak lebih penting beli rokok......., 
akhirnya kurang makan, lahir lagi bayi dan ya anemia lagi......ya sudah, 
”pokoknya”  bayinya dibeliin MP-ASI sajalah – suka nggak suka – yang penting 
selamat dulu tiga bulan ini....terus???? ”pokoknya’ nanti kita lihat lagi 
....

Wach pusing dech, kalau hanya satu rumah tangga sich tidak masalah, kalau 
merencanakan program menggunakan metode ”pokoknya”. Masalahnya di Indonesia 
itu kan ada 25 juta rumah tangga yang kurang makan setiap harinya, ini hasil 
SKPG lho ...jalan enggaknya sistem ini kan sangat tergantung dari 
”pelakunya” mau melakukan kajian data, selama pelakunya sibuk dengan yang 
lain ...ya SKPG katanya...tidak akan memberikan informasi .....alias tidak 
jalan.

Balik lagi ke 25 juta RT yang kurang makan, kenapa sich? – ya miskin ? 
kenapa miskin ? ya nggak ada kesempatan kerja apalagi untuk bersaing – 
gimana mau bersaing ? mungkin Susenas 2003 itu benar juga – ada 25% orang 
dewasa laki-laki yang hidup di Indonesia ini tidak punya ijazah, 33% hanya 
puas punya ijazah SD, 15% punya ijazah SLTP, 20% punya ijazah SLTA, dan 
kurang dari 5% bangga hanya sampai Diploma I keatas. Dewasa perempuan nya 
??? ya lebih parah lagi hampir 35% tidak punya ijazah ......dampaknya apa? 
Hanya 5% dari kabupaten/kota di Indonesia ini yang penduduk miskinnya kurang 
dari 5%, selebihnya ....ya orang miskinnya lebih banyak lagi!!!!!!

Lho katanya Indonesia kaya....dengan ”resources” – siapa yang menggali ? ya 
tidak ada lah, penduduknya hanya sanggup jadi satpam dan buruh kasar 
koq...dan lebih parah anemi lagi!!! Makin malas aja kerja, bukan malas sich, 
hanya kalau kerja cepat capek!!!

Jadi gimana nich?

Koq masalah di selesaikan dengan masalah? Lho ..iya kan! Ini kan di 
Indonesia, banyak orang pinter tapi ........entahlah ....banyak pekerjaan 
yang sudah baik, jadi dirusak di negara ini.

Serius nich, jadi bagaimana ?
Mari kita bahaslah dengan kepala dingin, rame2 naik pesawat, kita amati 
dengan cermat permasalahannya – (jangan dari meja kerja dan meja rapat – 
nanti nggak kelihatan), kemudian sama-sama kita tulis seluruh permasalahan – 
jangan ditulis aja lho – masing-masing bertanya kenapa begini – kenapa 
begitu , bagaimana kalau begini dan bagaimana kalau begitu – pastinya 
menjawabnya dengan kajian lho – references? – saya yakin kita semua sudah 
punya banyak rujukan, hanya aplikasi dan implementasinya tidak pernah 
terjadi. Mari kita sama-sama menggunakan semaksimal mungkin seluruh hasil 
penelitian, workshop, seminar, dan lain-lain yang sudah beribu kali dibahas 
oleh para orang pinter di negara ini.

Mari kita renungkan (eh jangan ....) kita kaji bersama – berapa dari duit 
pinjaman yang kita gunakan itu dapat berhasil guna untuk masyarakat di 
Indonesia, bagaimana merubah persepsi program kita selama ini yang ”thin on 
the ground” menjadi ”thick on the ground”. Mari mulai kita kurangi aktivitas 
dalam bentuk jalan-jalan dan rapat (dalam DIP tertulis ”perjalanan” dan 
”photo copy”) menjadi bentuk yang lebih konkrit agar pil besi sampai ke ibu 
hamil, kader menjadi aktif melakukan pemantauan dan ’pemberdayaan’ 
masyarakat, sehingga ibu mau memberikan ASInya secara eksklusif, bapaknya 
tidak membeli rokok, kepala desa dan pak camat berpartisipasi aktif 
mendukung segala bentuk intervensi agar yakin sampai ke masyarakat, Bupati 
berani bertindak dengan mengeluarkan peraturan daerah, dstnya, dstnya, 
dstnya....

Jadi? Bagaimana dengan anemia ibu hamil yang dikasih pil besi ? 
Ya...ternyata bukan ini permasalahannya.....


OK,
wass,

Atmarita
Nutrition Surveillance Division
The Ministry of Health, Indonesia
Ph/Fax: (021)527-7382

_________________________________________________________________
Watch LIVE baseball games on your computer with MLB.TV, included with MSN 
Premium! http://join.msn.click-url.com/go/onm00200439ave/direct/01/




More information about the Egrowth mailing list